BANYUMAS – Memasuki periode yang sering disebut sebagai prime month sepak bola lokal, yakni rentang April hingga Desember, aktivitas pertandingan di Kabupaten Banyumas diperkirakan akan meningkat signifikan. Selain kompetisi resmi yang digelar Askab PSSI Banyumas, berbagai turnamen sepak bola antar kampung (tarkam) juga mulai bersiap kembali menggulirkan pertandingan di sejumlah lapangan desa dan kecamatan.
Kondisi tersebut memunculkan perhatian terhadap kesiapan dan ketersediaan perangkat pertandingan, khususnya wasit, yang memiliki peran penting dalam menjaga jalannya pertandingan tetap tertib dan sportif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini terdapat sekitar 70 wasit berlisensi yang terdaftar di bawah naungan Askab PSSI Banyumas. Namun dari jumlah tersebut, yang masih aktif bertugas di bawah koordinasi Komisi Wasit (Komwas) diperkirakan sekitar 40 orang.
Menariknya, sebagian besar wasit tersebut memiliki profesi utama di luar sepak bola. Sekitar 70 persen di antaranya berprofesi sebagai guru, sehingga dalam praktiknya ketersediaan waktu untuk bertugas di pertandingan juga harus menyesuaikan dengan aktivitas pekerjaan utama.
Dalam waktu dekat, Askab PSSI Banyumas juga akan menggelar kompetisi Liga Askab kelompok umur U-15 dan U-17. Dari data awal, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 40 tim pada masing-masing kelompok umur.
Kompetisi tersebut direncanakan berlangsung di delapan venue berbeda. Dalam setiap venue pertandingan, setidaknya dibutuhkan tiga orang wasit yang bertugas memimpin jalannya laga.
Jika dihitung secara sederhana, maka kebutuhan wasit untuk Liga Askab saja dapat mencapai sekitar 24 wasit dalam satu waktu pertandingan (8 venue × 3 wasit).
Di sisi lain, pada periode yang sama biasanya juga berlangsung turnamen tarkam di berbagai wilayah Banyumas. Dalam satu bulan pada masa ramai kompetisi, tidak jarang terdapat empat hingga lima venue turnamen yang berjalan bersamaan.
Karena setiap venue pertandingan minimal membutuhkan tiga orang wasit, maka kebutuhan tambahan untuk turnamen tarkam dapat mencapai sekitar 12 hingga 15 wasit dalam waktu yang sama.
Belum lagi jika pertandingan telah memasuki fase krusial. Dalam sejumlah turnamen, regulasi pertandingan biasanya mewajibkan adanya tambahan perangkat pertandingan (PP) dari Askab ketika memasuki babak semi final hingga final, guna memastikan kualitas dan kredibilitas pertandingan tetap terjaga.
Jika seluruh kebutuhan tersebut disimulasikan, maka pada periode padat pertandingan kebutuhan wasit di Banyumas berpotensi menyentuh sekitar 36 hingga 39 orang dalam waktu bersamaan. Dengan ketersediaan sekitar 40 wasit aktif, kondisi tersebut secara perhitungan masih memungkinkan untuk dipenuhi, selama pengaturan jadwal dan rotasi penugasan dapat berjalan dengan baik.
Meski demikian, margin ketersediaan yang relatif tipis membuat penguatan sumber daya wasit menjadi hal yang penting untuk dipersiapkan sejak dini.
Media Tarkam Banyumas memandang bahwa momentum padatnya agenda sepak bola lokal ini juga dapat menjadi dorongan bagi Askab dan Komisi Wasit untuk terus melakukan penyegaran, pembinaan, serta peningkatan kualitas wasit, terutama dalam menghadapi turnamen yang bersifat open tournament yang biasanya memiliki intensitas pertandingan dan tensi kompetisi yang lebih tinggi.
Dengan adanya langkah tersebut, diharapkan seluruh agenda sepak bola di Banyumas—baik kompetisi resmi maupun turnamen tarkam—dapat berjalan lebih tertib, profesional, dan sportif, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas penyelenggaraan pertandingan di tingkat daerah.